Harga Emas Bergerak Tipis Akibat The Fed – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Harga emas hanya bergeser sedikit di perdagangan London pada Kamis atau Jumat pagi waktu Jakarta.

Harga emas hanya bergerak di koridor USD 3 per ons dari posisi USD 1.815 per ons.

Mengutip bullionvault Jumat, gerak harga emas tersebut setelah adanya komentar dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga hingga 2024.

Pernyataan dari Bank Sentral AS tersebut setahun lebih lambat jika dibandingkan dengan perkiraan pada dua bulan lalu.

Perayaan Thanks Giving

Bursa saham dan komoditas di AS tutup karena perayaan Thanksgiving. Harga emas dalam dolar AS diperdagangkan dengan mendapat diskon 12,5 persen dari rekor tertinggi yang dicetak pada Agustus lalu.

Bursa saham di Eropa bergerak mendatar datar pada perdagangan Kamis. Jika dihitung dari awal tahun, bursa di Eropa masih turun 6,7 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik tipis dari level tertinggi dalam 8 bulan ke angka USD 49 per barel.

Harga Minyak ini terpukul setelah US Energy Information Administration mengatakan stok di AS menyusut lebihdari yang diharapkan pekan lalu karena permintaan yang tinggi.

Keluar dari Level Terendah, Harga Emas Naik Seiring Melemahnya Dolar AS

Sebelumnya, harga emas naik pada perdagangan Rabu karena kenaikan tak terduga dalam laporan pengangguran di Amerika Serikat (AS) menghentikan reli pada hari sebelumnya di Wall Street.

Dan harga emas memantul dari penurunan tajam menuju USD 1.800 di sesi sebelumnya.

Harga Emas

Dikutip dari cnbc Kamis harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1,810.41 per ounce, sehari setelah mencapai level terendah sejak 17 Juli di USD 1,800.01.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi USD 1.809,10.

Indeks saham S&P 500 dan Dow turun di tengah tanda-tanda perlambatan dalam pemulihan pasar tenaga kerja.

Pada perdagangan Selasa, Wall Street menguat ke rekor karena kemajuan dalam vaksin Covid-19 dan transisi Gedung Putih yang mulus mendukung taruhan pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Data pengangguran mendukung harga emas hanya dengan anggapan bahwa kita masih memiliki masa yang sangat kelam di depan sebelum kita melewati pandemi ini, kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Dolar yang lemah juga mendorong harga emas dengan membuatnya lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lain.

Penurunan dolar bersama dengan dukungan teknis untuk harga emas mendekati USD 1.800 meyakinkan beberapa orang untuk mungkin berhenti menjual dan memperoleh beberapa posisi lagi kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities – SOLID BERJANGKA 

Sumber; Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published.