Harga Emas Anjlok Lebih dari 2 Persen – PT Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Harge emas jatuh lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu Kamis waktu Jakarta, terpukul oleh rebound nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) karena imbal hasil Treasury AS melonjak.

Kamis harga emas di pasar spot turun 2,2 persen pada USD 1.907,21 per ounce, setelah sebelumnya mencapai puncak hampir dua bulan di USD 1.959,01.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 2,3 persen menjadi USD 1.909,10.

Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah mendorong dolar dan memicu aksi jual emas yang dipercepat denganberada di bawah USD 1.935-40.

Kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia di BMO.

USD 1.900 adalah poros penting yang perlu dipertahankan untuk mempertahankan narasi bullish jangka pendek,” lanjut dia.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun, naik di atas 1 persen untuk pertama kalinya sejak Maret, meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas tanpa bunga.

Indeks dolar menguat setelah turun ke posisi terendah 2,5 tahun terakhir, membuat emas kurang menarik bagimereka yang memegang mata uang lainnya.

Tapi Wong dari BMO mengatakan ini adalah kesempatan untuk membeli emas. Investasi emas tetap didukungsebagai lindung nilai inflasi.

Dengan investor mengharapkan lebih banyak stimulus fiskal karena Demokratmemimpin dalam pemilihan putaran kedua yang akan menentukan kendali Senat AS.

Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger, mengatakan kemunduran adalah langkah  jangka pendek karena potensi Gelombang Biru di Senat AS akan menjadi negatif dolar dan mendukung emas dan perak dari perspektif jangka panjang.

Logam lain mengikuti penurunan harga emas. Perak turun 2,6 persen menjadi USD 26,86 per ounce. Sementaraharga platinum turun 1,4 persen menjadi USD 1.095,98. Kedua logam telah jatuh lebih dari 3 persen di awal sesi.

Sedangkan harga Palladium turun 1,2 persen menjadi USD 2.438,71, setelah sebelumnya anjlok 3 persen – PT SOLID GOLD BERJANGKA