Emas Turun Karena Isyarat Dari The Fed – PT Solid Gold Berjangka

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Harga emas turun pada perdagangan Selasa karena para pedagang menunggu penjelasan dari Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell untuk kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan moneter setelah bank sentral memberikan nada hawkish minggu lalu.

Pada Hari Rabu harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.777,91 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk Agustus menetap turun 0,3 persen pada 1.777,4.

Pelaku pasar sedang menunggu kesaksian kongres dari Powell, setelah Fed mengisyaratkan suku bunga bisa naik di 2023 dan akan mulai mengurangi pembelian aset, yang mendorong penurunan 6 persen pada emas minggu lalu.

Mereka (pedagang emas) secara khusus melihat pertanyaan dan jawaban (dari kesaksian Powell) untuk melihat apakah ada sesuatu yang dia katakan, sesuatu yang tidak biasa dari teks yang disiapkan,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Dalam kesaksian yang disiapkan yang dirilis pada Senin malam, Powell mengatakan ekonomi AS terus menunjukkan perbaikan berkelanjutan dan memprediksi penurunan inflasi dari level yang meningkat saat ini.

Indeks dolar turun 0,1 persen lebih rendah, membalikkan kenaikan awal pada perdagangan Selasa, tetapi mundurnya greenback memberikan sedikit kelonggaran untuk emas, meskipun itu membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Analis Pasar Senior di OANDA, Edward Moya mengatakan sebagian besar, perdagangan emas sedang berjuang karena tidak ada kejelasan apakah inflasi akan bertahan.

Sementara minat safe-haven pada emas batangan juga kemungkinan turun dengan meningkatnya ekuitas.

Sementara itu, harga Paladium turun 1,1 persen menjadi USD 2.558,12 dan platinum naik 2,2 persen menjadi USD 1.076,75.

Citi Research memperkirakan harga paladium akan rebound ke USD 3.000 karena keseimbangan pasar semakin ketat selama tiga bulan ke depan.

Pasar fisik paladium belum menunjukkan keketatan dan penguatan dolar baru-baru ini juga membebani harga jangka pendek,” kata bank dalam sebuah catatan.

Selain harga emas, harga perak turun 0,5 persen menjadi USD 25,80 per ounce Sebelumnya, Harga emas kembali naik pada penutupan perdagangan Senin atau Selasapagi waktu Jakarta, setelah sebelumnya mengalami kerugian yang dalam karena aksi jual dari Investor.

Pada Selasa harga emas di pasar spot naik 1,1 persen ke level USD 1.782,83 per ounce pada pukul 13:48 EDT. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,8 persen ke level USD 1.782,90 per ounce.

Orang-orang menggunakan momen koreksi untuk membeli emas, pada tingkat harga ini, ada nilai untuk menahan posisi emas, terutama untuk jangka panjang,” kata kepala analis Blue Line Futures Chicago, Phillip Streible.

Harga emas telah turun 6 persen atau USD 113 per ounce pada minggu lalu karena Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengisyaratkan akan segera mulai mengurangi pembelian aset dan dapat mulai menaikkan suku bunga pada 2023.

Namun dampak dari isyarat tersebut, indeks dolar telah turun dari level tertinggi dalam 2 1/2 bulan, mendorong investor untuk beralih ke emas, yang jatuh selama enam sesi berturut-turut sebelum kembali menguat pada perdagangan Senin.

Streible memperkirakan, harga emas akan melayang di atas USD 1.800 per ounce karena dolar AS overbought – SOLID GOLD BERJANGKA

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PERHATIAN!
MANAGEMEN PT. SOLID GOLD BERJANGKA (PT SGB) MENGHIMBAU KEPADA SELURUH MASYARAKAT UNTUK LEBIH BERHATI-HATI TERHADAP BEBERAPA BENTUK PENIPUAN YANG BERKEDOK INVESTASI MENGATASNAMAKAN PT SGB DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA.UNTUK ITU HARUS DIPASTIKAN BAHWA TRANSFER DANA KE REKENING TUJUAN (SEGREGATED ACCOUNT) GUNA MELAKSANAKAN TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA ADALAH ATAS NAMA PT SOLID GOLD BERJANGKA, BUKAN ATAS NAMA INDIVIDU