Emas Menyusut Tetapi Mendekati Tertinggi – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Harga emas dunia pada hari ini turun dpicu imbal hasil Treasury AS yang naik
tipis dari posisi terendahnya. Di sisi lain, Wall Street menutup beberapa kerugian.

Namun Dolar yang melemah dan kekhawatiran atas pemulihan pasar tenaga kerja AS mendorong harga emas masih mendekati posisi puncak dalam 3 pekan.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.799,18 per ounce. Harga emas berjangka AS menetap 0,1 persen lebih rendah menjadi USD 1.800,20.

Indeks dolar turun 0,3 persen dan imbal hasil Treasury AS 10-tahun mendekam di dekat palung lebih dari empat bulan, mendorong emas menuju posisi puncaknya sejak 17 Juni di USD 1.818,10 pada awal sesi.

Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas batangan
yang tidak menghasilkan.

Tetapi emas harus tetap didukung sebagai aset safe-haven, terutama kekhawatiran atas pemulihan pasar tenaga kerja AS dan varian virus corona Delta, Streible menambahkan.

Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, mengatakan laporan kondisi ekonomi baru-baru ini menunjukkan kemajuan substansial perlu dibuat agar The Fed menaikkan suku bunga, dan itu mendukung harga emas.

Risalah Federal Reserve AS dari pertemuan 15-16 Juni menunjukkan “berbagai peserta” merasa kondisi untuk mengurangi pembelian aset bank sentral akan “dipenuhi agak lebih awal dari yang mereka perkirakan.”

Langkah hawkish The Fed yang mengejutkan pada bulan Juni membuat emas terhuyung-huyung 7 persen.

Di tempat lain, platinum turun 0,8 persen menjadi USD 1.076,71 dan paladium turun 1,6 persen menjadi USD 2.806,95 per ounce.

BofA Global Research memperkirakan permintaan platinum akan meningkat seiring peningkatan substitusi dari peran paladium dan platinum dalam ekonomi hidrogen.Adapun harga perak turun 0,8 persen menjadi USD 25,92 ounce – SOLID BERJANGKA