Emas Melonjak Karena Suku Bung The Fed – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Harga emas naik lebih dari 1 persen ke level tertinggi dalam satu bulan pada penutupan perdagangan Kamis jumat pagi waktu Jakarta.

Pendorong kenaikan harga emas ini karena pelemahan dolar AS akibat harapan pembicaraan stimulus virus Corona hampir mencapai kesepakatan.

Selain itu, pendorong lainnya kenaikan harga emas adalah janji dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed untuk menyalurkan lebih banyak uang tunai dan mempertahankan suku bunga teteap rendah.

Harga emas di pasar spot melonjak 1,5 persen menjadi USD 1.892,31 per ounce, setelah mencapai level tertinggi dalam satu bulan di US 1.895,81 per ounce pada awal sesi.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 2,1 persen menjadi USD 1.898,60 per ounce.

Kombinasi dari paket stimulus tambahan bersama dengan pembelian obligasi tambahan dan pembelian aset dari theFed jelas telah mendorong harga emas dan perak lebih tinggi kata Direktur Perdagangan Logam Mulia High Ridge Futures, David Meger.

Paket bantuan stimulus tambahan ini membebani nilai tukar dolar AS karena lebih banyak uang yang dipompa kepasar. Pelemahan dolar AS ini memberikan tenaga kepada harga emas.

Anggota parlemen berusaha untuk menuntaskan pembicaraan mengenai stimulus fiskal untuk mereka yang terdampak COVID-19 senilai USD 900 miliar dengan tenggat waktu Jumat untuk mencegah penutupan pemerintah. Sentimen ini menaikkan harga emas dan mengirim dolar AS ke palung terdalam.

Dengan suku bunga yang mendekati nol persen, The Fed berjanji untuk terus memompa uang tunai ke pasar keuangan sampai pemulihan ekonomi AS aman.

Logam mulia termasuk emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat lebih dari 24 persen sepanjang tahun ini di tengah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Secara fundamental, emas masih cukup kuat dan jika ditutup di atas USD 1.880 per ounce.

Kita mungkin melihatnyanaik ke USD 1.950 sebelum tahun berakhir,kata wakil presiden Kotak Securities, Ravindra Rao – SOLID BERJANGKA