Emas Melonjak Karena Kekhawatiran Inflasi – PT Solid Gold

PT SOLID GOLD PALEMBANG – Harga emas naik lebih dari 1,5 persen pada penutupan perdagangan Senin atau
Selasa pagi waktu Jakarta.

Pendorong kenaikan harga emas karena ekspektasi kenaikan inflasi mendorong investor mengoleksi instrumen safe haven seperti emas.

Sementara nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lain juga melemah sehingga memberikan dukungan lebih lanjut kepada harga emas.

Harga emas di pasar spot naik 1,5 persen menjadi USD 1.808,16 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Februari dalam sesi tersebut.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 1,7 persen menjadi USD 1.808.40 per ounce.

Kami melihat investasi mengalir ke emas karena pelaku pasar semakin cemas tentang kenaikan suku bunga riil yang dapat memengaruhi penilaian ekuitas kata analis komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Imbal hasil obligasi AS berjangka waktu 10 tahun mencapai level tertinggi hampir satu tahun, memberikan tantangan kepada emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran inflasi membuat bursa saham waspada sehingga mendorong investor menuju aset safe-haven seperti emas yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Nilai tukar dolar AS juga melemah dan itu mendukung harga emas. Juga, alasan sebenarnya dari kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan meningkatnya inflasi kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Indeks dolar AS turun 0,4 persen ke level terendah lebih dari satu bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sebelumnya, Morgan Stanley memprediksi harga emas bakal berada di bawah USD 1.800 per ons hingga akhir 2021. Prospek ini didasarkan pada harga emas yang diperdagangkan sekitar USD 1.850 per ons dan support USD 1.800 per ons.

Kepala Strategi Lintas Aset untuk Morgan Stanley Andrew Sheets mengatakan dalam sebuah laporan, meskipun inflasi diperkirakan akan naik pada 2021, hal itu tidak akan cukup untuk mengangkat harga emas.

Ekonom Morgan Stanley memperkirakan inflasi AS akan naik sedikit di atas 2 persen selama dua tahun ke depan. Jadi emas bukan jenis skenario pelarian untuk inflasi yang paling cocok

Lanjutnya, inflasi yang lemah ditambah dengan prospek ekonomi yang membaik, akan terus membebani harga emas.

Harga emas tengah berjuang untuk naik dengan adanya ekspektasi pertumbuhan ekonomi optimis yang mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.

Imbal hasil obligasi 10 tahun saat ini diperdagangkan pada 1,2 persen, tertinggi dalam periode hampir satu tahun.

Analis mencatat, kenaikan imbal hasil nominal menyebabkan imbal hasil riil juga jadi lebih tinggi. Hal ini meningkatkan biaya peluang emas sebagai aset non- imbal hasil.

Morgan Stanley sendiri optimis akan ekonomi AS karena prediksi adanya kenaikan aktivitas konsumen pada paruh kedua tahun ini – PT SOLID GOLD

Leave a Reply

Your email address will not be published.