PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG –  Rabu (22/06) ditengah penjualan forex sesi Asia , dollar AS berusaha meninggikan dirinya diawal perdagangan pasar saham terhadap pesaing utamanya dengan menggunakan kekuatan perdagangan sebelumnya. Akan tetapi, nampaknya fundamental pesaingnya tersebut lebih kuat sehingga naik kembali menekankan dollar AS setelah perdagangan semalam yang habis-habisan diserang.

Sebelumnya itu dollar AS melambung tinggi setelah sempat mengalami kejatuhan sampai ketitik terendah selama 9 hari merespon dari pidato Yellen dihadapan kongres AS komisi perbankan, dalam hasil dari semalam memberikan suatu harapan yang positif terhadap kenaikan suku bunga yang bertahap setelah dikecewakan yang dimana hasil pasar tenaga kerja yang tidak memuaskan pada bulan lalu.

Pada pagi ini kurs untuk kawasan Eropa seperti Pounds dan Euro meningkat kembali dikarenakan ekspektasi positif Inggris tidak akan meninggalkan Uni Eropa pada referendum Brexit pada Kamis besok. Dengan demikian juga kepada kurs komoditas seperti Aussie, Dollar Canda dan Kiwi Dollar.

Kepada Mata Uang Jepang, Dollar juga masih belum mampu memperpanjang terkanannya menimbang fokus pasar pada valas Eropa yang sudah menjadikan retreat kepada semua pesaing utamanya itu. Untuk pergerakan pada Rabu ini tidak banyak data ekonomi yang bisa menjadikan pasar bergerak, hanya data penjualan rumah di AS dan pernyataan dari Janet pada hari kedua dihadapan kongres AS.

disisi pesaingnya, harapan Inggris tidak akan hengkang dari UE masih menjadi trending topic perdagangan bursa dunia sehingga perkembangan terkini di Inggris yang akan jadi perhatian khusus. Indeks dollar yang menjadikan tolak ukur dollar AS kepada keenam mata uang utama diperdagangan pada sesi Asia di Rabu pagi ini mengalami penurunan kembali berkisar 0,1 persen setelah dibuka di posisi 94,05 dan bergulir pada poin 93,97. penjualan sebelumnya indeks dollar AS meningkat sampai 0,5 persen – SOLID GOLD BERJANGKA