Dolar AS Tembus Level Rp 14.100 – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Dolar AS kembali menembus level Rp 14.100.

Pada Jumat US$ 1 dihargai Rp 14.090 kala pembukaan pasar spot. Rupiah melemah tipis 0,04% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Seiring perjalanan pasar, rupiah bahkan semakin melemah. Pada pukul 08:15 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.102 di mana rupiah melemah 0,12%. Ini merupakan posisi terlemah rupiah sejak 24 Januari lalu.

Rupiah bergabung dengan mayoritas mata uang utama Asia yang juga melemah terbatas di hadapan dolar AS. Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Asia pada pukul 08:16 WIB:

Sempat Bangkit Dini Hari

Dolar AS yang dini hari tadi sempat tertekan kini kembali bangkit. Pada pukul 08:11 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,08%.

Dini hari tadi, indeks ini sempat melemah di kisaran 0,1%.

Mata uang Negeri Paman Sam sempat melemah menyusul rilis data ekonomi terbaru di AS. Penjualan ritel pada Desember 2018 turun 1,2% dibandingkan bulan sebelumnya.

Ini menjadi penurunan terbesar sejak September 2009. Namun secara tahunan, masih ada pertumbuhan 2,3%.

Penjualan Ritel Turun

Sementara penjualan ritel inti (mengeluarkan penjualan mobil, bahan bakar, material bangunan, dan jasa makanan) turun 1,7% secara bulanan, yang menjadi penurunan tertajam sejak September 2001.

Penjualan ritel inti adalah pos yang paling dekat mencerminkan konsumsi rumah tangga dalam Produk Domestik Bruto (PDB).

The Federal Reserves/The Fed pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV-2018 hanya 1,5% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized), agak jauh dari proyeksi sebelumnya yaitu 2,7%.

Juga jauh dibandingkan kuartal III-2018 yang mencapai 3,5%.

Penurunan penjualan ritel, gambaran perlambatan konsumsi, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi yang semakin dikoreksi ke bawah tentu menjadi pertimbangan bagi The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga acuan – SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews